Cirebon News Update

Hasil Tabayyun Antar Ormas Islam, Sepakat Anggap YM telah Menistakan Agama, Resmi Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Radiomaritimnews.com, Cirebon – Pertemuan atau tabayyun antara Mualaf Center Indonesia bersama pihak
As-sunnah serta disaksikan oleh beberapa Ormas Islam Rabu 13/05 2020 dimasjid Al-Jumhur di jalan Wanagati Kelurahan Karya Mulya Kecamatan Kesambi Kota Cirebon untuk membahas YM seorang pegawai Kementrian Agama yang dianggap telah menistakan agama telah clear, dan sepakat bahwa YM telah menistakan Agama dan melakukan adu domba.

Hanny Kristianto (Koh Hanny) Sekertaris Mualaf Centre Indonesia didampingi Kang Reza salah satu tokoh pemuda Cirebon usai pertemuan mengatakan, “Sesuai dengan anjuran Ustadz Ahmad Heryawan dan Prof Adang serta Ulama-ulama, kami disarankan untuk mengundang tokoh tokoh ormas islam untuk menclear-kan dan mentabayyunkan ini semua, dan hasil dari pertemuan tersebut kami sepakat kalau Yudi (YM) terbukti mengadu domba umat Muslim dan menistakan Agama.

Terkait permasalahan kami (Miskomunikasi) dengan pihak As-sunnah kata Hanny sudah clear, “Yudi telah memanfaatkan As-sunnah dengan alasan mau disyahadatkan oleh As-sunnah, Waktu saya tidak diijinkan masuk oleh pihak As-sunnah untuk menemui YM, Dia manfaatkan As-sunnah, Dia mengadu domba kami dengan As-sunnah”.

Hanny menjelaskan,sebenarnya YM tidak diundang oleh As-sunnah, akan tetapi dia (YM) sendiri yang minta untuk datang ke As-sunnah dan minta disyahadatkan, namun pihak As-sunnah saat itu menolak untuk membimbing mensyahadatkan YM, akhirnya kata Hanny, YM membaca syahadat sendiri itupun katanya membacanya salah .

Lebih jauh Hanny menyebutkan, YM ini dikenal merupakan salah satu tokoh awalnya, sebelum kejadian ini mencuat, orang banyak mengenal YM itu sebagai dai atau ustadz, dalam kasus ini YM diduga seringkali mencatut nama nama organisasi, seperti As-sunnah ini, bahkan dia pernah mengaku ngaku sebagai ketua Mualaf Center Kota Cirebon untuk mendapatkan uang, bahkan sampai mengisi acara, padahal dia bukan sebagai pengurus, Ini kelihatan bahwa dialah murni penyusup islam, terbukti mengadu domba sejak 2017 ungkapnya pada radiomaritimnews.com Rabu 13/05 2020 di masjid Al-Jumhur Kota Cirebon.

“Sementara untuk urusan dia yang diduga telah melakukan pemerkosaan, pencabulan di lingkungan kompleknya sendiri di perumahan itu, para korban siap bersaksi kembali, membuka fitnah yang lain dan korbannya sudah bersama kami dan ditangani oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kami, dari Cirebon satu pengacara, surabaya dua pengacara dan jakarta satu pengacara yang akan menangani kasus ini.

“Melihat kejadian ini ,kami sudah lapor ke Bareskrim Polri untuk dilakukan proses hukum terhadap YM karena diduga telah melakukan pencemaran nama baik, melakukan adu domba serta telah berbuat asusila, dan ini Sudah ditanggapi oleh Bareskrim.

Mudah mudahan Allah memudahkan ini semua juga teman teman media untuk memberitahukan khalayak, siapapun korban YM hubungi saya 24 jam siap melayani, kami 24 jam siap untuk menampung aduan, dan identitas anda dirahasiakan dan kita bantu secara gratis karena LBH ini untuk membantu seluruh masyarakat indonesia apapun agamanya gratis katanya.

Dengan adanya kasus ini umat muslim pada khususnya dapat lebih bersatu untuk menyatukan hati dan menjauhkan diri dari penyakit hati, untuk umat non muslim mari saling menghargai dan menyayangi sebagai bangsa bersaudara karena kita harus saling melengkapi, menghormati walaupun kita berbeda dalam beragama jangan mau diadu oleh orang seperti YM yang diduga mengadu domba Islam dan Kristen ujarnya.

Pada saat yang sama dari pihak As-sunnah yang diwakilkan Diding Sobaruddin menyatakan, ”Alhamdulillah sudah clear kita sebelumnya sudah komunikasi dengan koh Hanny dan kami tadi sengaja bertemu untuk menegaskan semua itu bahwasannya ada kondisi yang menyebabkan kita diadu domba antar sesama muslim, sodara YM yang kemaren murtad dari Agama Islam ke agamanya semula.

“Awalnya kami hanya bersimpati kepada keluarganya agar keluarganya tidak dibawa kepada agama barunya karena hubungan keluarga mereka pun kan kalau dalam hukum islam itu menjadi batal, kami memberikan penyadaran, kemudian ternyata disitu dia ingin didengarkan baca syahadat bukan kami mensyahadatkan,karena kami tidak punya kapasitas untuk itu”

Saat YM datangn ke As-sunnah kita menasehati dia selama 50 menit, kemudian dia minta baca syahadat, adapun kemudian kabar disana-sini bahwa As-sunnah telah mensyahadatkan dan melindungi YM itu tidak benar ujar Didin.

Baca Juga : Kapolresta Cirebon Beri Bingkisan Saat Lakukan Chek Point Dan Pos Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya

Jelang Idul Fitri, Cirebon Power Bagikan 1.288 Bingkisan Untuk Sembilan Desa Sekitar PLTU

“Sekali lagi saya sampaikan kepada kaum muslimin, netizen dan sebagainya, bahwa secara yayasan As- sunnah tidak melakukan acara apapun bersama YM, itu acara kekeluargaan, itu acara pribadi antara keluarga saya dengan keluarga YM, tujuannya adalah menasehati dan adapun tempatnya memang saya izin kepada ketua yayasan untuk disitu karena ini kondisi suasana PSBB, tidak atas nama AS-sunnah sama sekali

Diding menegaskan,”Mengetahui hal itu kami anggap YM telah mempermainkan Agama, kita jangan mau diadu domba”. “Jadi YM ini mengadu domba As-sunnah dengan kelompok lain, mengadu domba saya dengan kohani akhirnya, dan juga sebetulnya mengadu domba agamanya yang baru, perilaku ini tidak terpuji, maka kalau misalkan hal itu terjadi saya menyerahkan kepada ormas islam dari mualaf center dan seterusnya silahkan diproses secara hukum tandasnya.

Sementara Kang Reza selaku tokoh Pemuda Cirebon menuturkan, ” mari kita melihat kasus ini secara jernih, dan kami menginginkan sebagai warga Cirebon tidak ingin ada perpecahan, kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas katanya. (Lie)